perkenalkan:
Hanseul
dan
Aruna
sila klik nama untuk mengenal lebih dalam
atau klik ini untuk membaca pesan penulis
Salam kenal!
| nama | Min Han Seul (민한슬) |
| ttl resmi | Seoul, 21 Juli |
| ttl asli | tidak diketahui |
| usia | (kira-kira) 22 tahun |
| genera | leftarian |
| pekerjaan | asisten laboratorium medis |
| . | kasir minimarket paruh waktu |
| klaim wajah | solois Kim Chungha |
masih ingin tahu apa?
Mohon diterima apa adanya.
1: Pelupa dan ceroboh. Efek samping kerusakan otak, tapi Hanseul tidak peduli. Ada banyak hal lain untuk disyukuri!
2: Suka menantang hal sulit dan mustahil. Contoh: Jadi asisten laboratorium. Jadwalnya padat, tapi kerja paruh waktu.
3: Terlalu keras kepala untuk menyerah. Hanseul bukannya punya semangat juang tinggi, dia cuma tidak mau kalah.
4: Senang mempelajari hal-hal baru. Tidak cuma hal yang berbau sains, dia juga senang mempelajari hal-hal baru tentang lingkungan sekitar. Hanseul senang mengetahui banyak hal.
5: Agak eksentrik. Jalan pikir Hanseul agak berbeda dengan orang lain, cukup membuat alis terangkat dan dahi mengerut. Even so, she has no intention to do any harm.
Jadi begini …
Hanseul tidak punya masa kecil. Dia tidak ingat. Masa kecil cuma sebuah lubang hitam besar tak terselami di dalam kepalanya.
Dia terbangun di kamar rumah sakit pada suatu hari. Badannya penuh perban, terasa perih, dan bau obat-obatan; dan cuma itu yang dia tahu. Tentang siapa dirinya, dari mana asalnya, siapa saja keluarganya … nihil. Bahkan saat polisi datang untuk mencari sedikit petunjuk, mereka harus pulang dengan tangan kosong.
“Kamu ditemukan di bawah jembatan. Penuh luka, sekarat, hampir mati,” seorang suster bercerita sambil memeriksa tanda-tanda vital Hanseul, “kamu habis diserang. Mungkin dicegat preman. Sebelum itu, apa yang kamu lakukan? Ke mana kamu mau pergi? Kamu ingat?”
Hanseul cuma diam, lalu menggeleng. Ranjangnya diseret ke bagian MRI hari itu juga. Malamnya, dia pulang ke kamar dengan gelar penderita amnesia. Retrograde amnesia murni, kata mereka. Kamu kehilangan semua ingatan yang dibuat sebelum dan saat kecelakaan. Tapi, kamu masih mampu membuat ingatan baru.
Angka tanda vital Hanseul sangat baik. Kemampuan berpikirnya masih sempurna. Singkatnya, Hanseul sehat, hanya tanpa masa lalu. Tinggal menunggu luka-luka di badannya sembuh dan dia akan siap melanjutkan hidup.
Sayangnya, polisi sudah menyerah. Mereka tidak berhasil menemukan keluarga Hanseul saking minimnya informasi yang ada. Setelah diskusi panjang, pihak rumah sakit dan pihak kepolisian sepakat menyerahkan Hanseul kepada sebuah panti asuhan.
Tiga hari setelah itu, Hanseul resmi anak panti asuhan.
Cuma selama satu minggu.
Menemukan Rumah
Panggil aku Amma, katanya.
Amma inilah yang mengadopsi Hanseul satu minggu pasca dia menjadi anak panti. Jujur, Hanseul tidak merasa diadopsi. Dia merasa diculik karena setelah surat-surat selesai ditandatangani, Hanseul menemukan dirinya melaju kencang dalam mobil secepat 130 kilometer per jam. Entah ke mana.
Yang jelas, Amma pastilah bukan orang biasa.
Aku peneliti biomedis, kamu calon penerusku.
Pada awalnya, Hanseul tak percaya. Amma tidak terlihat seperti seorang peneliti. Sulit membayangkan pakaiannya yang glamor dan mencolok akan dilapisi sehelai jas putih—itu bukan kombinasi umum.
Tapi setelah masuk laboratorium dan ikut bekerja dengan Amma, Hanseul mengerti. Seorang peneliti tidak harus menjadi kutu buku dan culun. Dia bisa memiliki fashion sense tinggi dan tetap cekatan bereksperimen. Dia bisa tetap trendi dan up to date, dan tetap memiliki pola pikir ilmiah. Amma adalah bukti nyata: di balik semua gemerlap penampilannya, Hanseul yakin Amma adalah salah satu peneliti terbaik di luar sana.
Meski begitu, ada satu yang tidak Hanseul mengerti: Amma seorang peneliti hebat yang tak pernah tersorot media. Laboratorium dan rumahnya pun berada di pinggiran kota yang jarang dijangkau orang. Seolah-olah, Amma tidak memberi celah kepada orang lain untuk mencampuri urusan pribadinya.
Aku benci jadi pusat perhatian, kata Amma, menyangkal gaya berpakaiannya yang berpendapat lain. Menyangkal sifat Amma yang begitu tegas, percaya diri, dan cinta tantangan. Meski begitu, Hanseul tidak pernah bertanya. Jika Amma tidak ingin membahas hal itu, Hanseul akan menghargai.
Jadi, selama enam tahun berikutnya, Hanseul mengerjakan semua tugas, pelajaran, dan tantangan dari Amma tanpa banyak mempertanyakan pribadi tutornya. Dia bertekad untuk menghargai keputusan Amma, sampai pada hari Beliau memutuskan pensiun.
( Maaf, masih bersambung ... )
I hate you, I love you.
Extreme selenophile. Loves staring at the moon, whether it's a full one or a crescent or an eclipse. Doesn't remember the reason, but pretty sure there's some correlations to her past. Just because.
Pyrophobic. The reason is unclear, but it seems like also she got it also from her childhood. Used to get panic attack every time she sees fire; but decided to fight it since pyrophobia stops her from cooking, igniting a candle, or having a campfire night.
Likes reading and writing. Finds comfort on doing these two activities and enjoys them so much. Dreams to have a library on her own, but acknowledges that it's impossible to fulfill. Is happy enough with the town's library.
Definisi.
Since she can’t remember her real name and doesn't like the name the orphanage gave her, she decided upon a name of her own from books she read.
Haniel is an angel who brings joy, since she wishes to be a joy, and she just loves the way Dominique sounds.
But she lives in Korea, so she Koreanized her name to Min Han Seul. The name Haniel Dominique is still used as her penname.
Halo, dari Dunia Sebelah.
| marga | Aozora (青空) |
| nama | Aruna (愛月) |
| ttl | Tokyo, 24 April |
| usia | (selamanya) 15 tahun |
| pekerjaan | siswa SMA |
| . | detektif(?) gadungan |
| genera | leftarian |
| klaim wajah | Motomiya Mao dari House of the Sun |
masih penasaran?
bagaimana? | seperti apa? | sudah tidak!
Singkatnya,
Selama ini, Aruna pikir dia cuma murid SMA biasa. Oke, hobi main ke kantor Papa—yang kebetulan polisi—dan ikut jaga pos polisi di taman mungkin bukan kegiatan biasa, tapi lain dari itu Aruna normal. Tidak jauh beda dengan murid SMA biasa.
Tapi, suatu hari, ada berkas Papa yang tertinggal. Selama ini Aruna selalu penasaran apa saja isi map polisi, tapi dia tidak pernah diizinkan melihat. Sekarang, dia punya kesempatan sneak-peek, tentu saja digunakan.
Ketika map itu dibuka … ada berkas tentang dirinya. Di situ tertulis bahwa Aruna sedang dalam penyelidikan karena dia immortal. Setiap ulang tahun yang ke enam belas, ingatannya setahun ke belakang hilang dan fisiknya juga kembali ke fisik tahun lalu.
Aruna mau baca lebih tapi keburu ketahuan. Saat dia sudah siap dimarahi, Papa cuma menghela napas. Cepat atau lambat pasti akan ketahuan, katanya. Kemudian Papa memberitahu kalau mereka pindah ke Seoul karena immortality ini. Menurut dugaan Papa, ada fenomena di Seoul yang ada sangkut-pautnya dengan Aruna.
Yang istimewa? Aruna diperbolehkan ikut menginvestigasi. Syaratnya, dia harus selalu meminta izin sebelum ke mana-mana, tidak boleh terlibat perkelahian, melaporkan setiap hasil penyelidikan, dan tetap menepati jam malam.
Untuk perlindungan, Papa memberinya alat untuk mempertahankan ingatannya, membuat tameng tak kasat mata beradius lima meter, dan menghilangkan diri selama satu jam.
Aruna resmi anggota tidak resmi dalam tim.
Kalau …
Unlike Haniel, Aruna doesn’t have to make up an identity. She knows her name, birth date, birth place, family … she has her own. Haniel wants that. Self identity.
Their personality is pretty much the same. Aruna is more opened up to strangers and not forgetful; but she is unempathetic and unpredictable just as Haniel is.
Why is Haniel Korean and Aruna Japanese? They couldn’t explain. But it is probably Haniel’s subconscious self who wants it. Probably her subconscious still remembers her past.
In the strict orphanage, Haniel finds entertainment in reading books. She met wizards in her books, and has a small dream of becoming one of them. Hence, Aruna knows tad wizardry.
Di Balik Layar
Terima kasih sudah berkunjung! Penulisnya Hanseul dan Aruna di sini. Kalau mau lebih singkat, panggil saja Dy.
Hanseul dan Aruna, dua-duanya adalah karakter fiksional karangan Dy. Mereka tidak ada hubungannya dengan Kim Chungha ataupun manga ‘House of the Sun’.
Kalau ada kesamaan, itu murni kebetulan, ketidaksengajaan, tanpa maksud buruk. Lalu, karena mereka original character milik Dy, tolong jangan meniru, menjiplak, atau memplagiat apa pun tentang mereka, ya.
Aruna dan Hanseul sama-sama terbuka untuk plot atau menjalin relasi! Silakan DM saja, atau kalau mau langsung kirim starter juga boleh. Kalau butuh inspirasi, bisa klik beberapa tautan di bawah halaman ini.
Terus, kalau ada perkataan atau perbuatan saya yang agak nyelekit, saya minta maaf! Saya janji itu nggak sengaja. DM saya juga selalu terbuka kalau mau mengomel dan marah-marah. Silakan!
Sekian dulu catatan dari saya. Ayo kita berteman!
mau inspirasi?
iya, mau! | terima kasih! | tidak usah.
Untuk Hanseul
` Relasi
1. Partner in crime.
Hanseul sedang memburu informasi beberapa orang. Dalam perburuannya ini, ada beberapa pihak yang dapat membantu:
pustakawan: mencari dan merekomendasikan artikel-artikel dari arsip koran dan majalah.polisi, detektif: memberi kabar dan informasi mengenai orang-orang yang hilang.
2. Teman dekat.
Teman ini sering diminta Hanseul menggantikan shift-nya di minimarket kalau Hanseul harus lembur.
3. Rekan kerja di rumah sakit atau minimarket.
The title says it all. Tak perlu dijelaskan lagi, ya?
` Plot
# Tokohmu melihat orang mengutil di minimarket. Hanseul, sebagai kasir, tidak menyadarinya karena sibuk membaca buku.
Untuk Aruna
` Relasi
1. Teman-teman yang sama-sama merasa kalau ada yang aneh di dunia NCT. Nantinya kita akan melakukan penyelidikan kecil-kecilan tentang keanehan-keanehan itu. Tidak harus karakter polisi atau detektif.
2. Pengunjung setia taman! Mereka suka main ke taman dan sering interaksi dengan Aruna sebagai penjaga taman tak resmi.
3. Teman-teman satu sekolah.
` Plot
# Aruna bertemu tokohmu di taman dan dia merasa tokohmu mencurigakan. Mungkin, tokohmu juga memiliki keanehan di dunia NCT? Aruna lalu mengikuti tokohmu, diam-diam.
# Aruna sedang sibuk dengan laptop-nya. Tokohmu, yang kebetulan hacker atau pihak berwajib, tak sengaja melihat layar laptop—Aruna ternyata sedang menelusuri situs rahasia yang harusnya hanya diketahui pihak berwenang.